Perhatikan hal ini sebelum naik gunung di musim kemarau

Traveler, mendaki gunung itu memang sangat menyenangkan. Bagi sebagian orang menganggap ini adalah petualangan, bagi sebagian lagi adalah kesenangan semata. Apapun alasannya, jangan pernah remehkan aturan-aturan keselamatan yang ada ya Traveler. Mau bagaimanapun juga, gunung adalah alam bebas, alam liar yang tidak sepenuhnya bisa dikontrol oleh manusia. Dengan demikian saat kita berada di pegunungan, alangkah baiknya memiliki persiapan dan perlengkapan yang lengkap agar tetap bisa dalam keadaan selamat. Banyak orang yang naik gunung saat musim kemarau, memang untuk jalur pendakian akan menjadi lebih aman Traveler. Namun jangan lupakan juga ancaman naik gunung saat musim kemarau. Karena demikian ada beberapa perlengkapan ekstra dan juga kewaspadaan lebih yang harus Anda persiapkan.
Ancaman Naik Gunung Saat Musim Kemarau
Sebagai antisipasi, Anda harus mempersiapkan beberapa perlengkapan yang disesuaikan dengan berbagai kondisi ancaman naik gunung saat musim kemarau ini. Dengan demikian Anda tetap bisa nyaman mendaki gunung walaupun ada sesuatu yang diluar dugaan terjadi. Memang, saat musim kemarau pendakian jalurnya akan lebih mudah dan saat cuaca cerah, pemandangan yang indah dari puncak gunung juga dapat Anda nikmati Traveler. Namun tidak ada salahnya juga kan mempersiapkan beberapa hal ini agar tetap aman dan mawas. Baiklah kalau begitu, mari langsung kita simak saja yuk ulasannya!
1. Anda akan menghadapi suhu udara yang lebih dingin dibandingkan musim hujan.
Hujan juga memang membuat suhu terasa dingin, namun apabila saat sedang kemarau atau cerah, justru cuacanya akan lebih dingin Traveler. Kenapa? Karena tidak adanya uap air yang menahan panas.
Untuk mendapatkan perlindungan yang lebih, Anda jangan lupa untuk membawa sleeping bag dan juga jaket tambahan untuk tidur Traveler. Sudah jelas pasti kalau malam hari itu akan semakin mencekam saja dinginnya!
Saat fisik kita tidak bergerak alias sedang beristirahat, maka cuaca dingin tersebut akan semakin terasa! Coba saja bandingkan saat Anda di kantor, ac kantor dingin namun jika Anda sibuk mondar mandir pasti tidak terasa dingin. Lain halnya jika Anda hanya duduk di meja dan menatap laptop, pastinya akan terasa lebih dingin Traveler. Sama halnya dengan digunung, jika Anda tidak memiliki perlengkapan yang memadai, maka Anda tentunya akan mudah terserang hipotermia Traveler.
2. Rawan kebakaran hutan.
Tentu saja saat musim kemarau jarang sekali terjadi hujan, dengan demikian membuat kondisi padang ilalang sangat kering dan mudah terbakar Traveler. Kebakaran hutan dan lahan memang bisa diakibatkan oleh alam. Gesekan dari ranting yang kering dapat membuat api yang dapat memicu terjadinya kebakaran.
Meski begitu, kita sebagai pendaki juga harus turut waspada akan terjadinya kebakaran hutan. Caranya gampang kok, hanya dengan tidak perlu membuat perapian atau api unggun Traveler, itu sudah lebih dari cukup. Bara api yang beterbangan karena hembusan angin tentu saja dapat jatuh di ilalang kering dan mengakibatkan kebakaran. Selain itu, bagi Anda yang merokok, juga jangan membuang puntung rokoknya sembarangan ya Traveler. Sudah jelas, jika puntung rokok masih menyala akan mengakibatkan kebakaran hutan yang besar.
3. Kehabisan bekal air.
Saat musim kemarau yang sangat gersang, bukan tidak mungkin sumber mata air di pegunungan juga ikut kering Traveler. Jika sudah begini, tidak ada cara lain selain berhemat atau memang membawa persediaan air yang lebih. Dengan demikian Anda tidak kehausan dan dehidrasi di atas gunung sana. Mencari air di gunung itu susah, dan tentunya bukan pilihan juga bagi Anda untuk turun ke bawah hanya untuk mendapatkan air Traveler, apalagi posisi sudah tanggung untuk mencapai puncak, wah pasti sayang sekali.
4. Mendapatkan iritasi atau gangguan pernapasan karena debu yang beterbangan.
Musim kemarau jelas membuat jalur pendakian menjadi kering dan berdebu. Paparan debu yang beterbangan tersebut tentu bisa menyebabkan beberapa gangguan kesehatan seperti mata iritasi dan juga gangguan pernapasan karena debu yang terlalu banyak kita hirup secara tidak sengaja. Agar terhindar, maka Anda standby saja kacamata atau obat tetes mata, dan juga masker pelindung untuk pernapasan Anda. Walaupun memang agak sedikit repot, setidaknya pernapasan Anda tidak terganggu. Atau Anda bisa menggunakan syal yang dilipat di bagian muka dan hidung apabila memang tidak membawa masker.
Tetap Waspada!
Traveler, itulah beberapa ancaman naik gunung saat musim kemarau yang bisa Saya bagikan kepada Anda. Semoga artikel ini bermanfaat dan seperti biasa, selamat mendaki Traveler!


rivermusic